18 August 2007

My tears my friend

17 Agustus 2007

Ya Tuhanku dan Allahku. Aku nulis sambil nangis. Aku ga bisa liat monitor. Mataku buram kena air mata. Malam ini aku nangis habis-habisan. Dan ingin kuhabiskan airmata ini kalo bisa meringankan hatiku. Sebenarnya aku ga ngerasa sedih, sakit, kecewa ato marah. Hanya kekosongan yang kurasakan. Aku ga bisa ngerti apa yang ada dalam hatiku. Yang kutau, air mata ini terus mengalir membuat mataku pedih. Tuhan, tolong aku.
Aku ga akan bilang disini apa yang terjadi. Cukup hatiku yang tau dan biar hatiku juga yang pedih. Aku engga pengen mengulang cerita apa yang sedang kualami dan apa barusan penyebab yang membuatku seperti ini. Aku hanya ingin mengungkapkan, ‘aku menangis saat ini.’
Air mata ini adalah temanku. Dan akan selalu menjadi temanku. Terutama disaat aku ditemani rasa sepi dan gundah. Tuhan, kekuatan apa yang aku miliki yang membuat-Mu berpikir aku sanggup mengalahkan pedih ini. Kenapa menurut-Mu aku kuat melalui ini? Memang aku bisa menjalaninya selama ini, namun aku juga merasa tak mampu menjalani lebih jauh lagi. Apa yang kumiliki?
Bukannya aku melawan, berontak dan tak terima. Aku hanya bertanya, apa yang kumiliki. Meski aku juga harus bangga karena Dia mempercayakanku untuk menerima tugas ini. Maaf, aku ga bermaksud berontak.
Mulutku terkunci. Aku dibekap meski tanpa sumbat dibibirku. Aku hanya bisa tersenyum. Hanya itu yang bisa kulakukan. Tersenyum dan menganggukkan kepala. Engga ada hal lain yang ada dalam otakku. Semua kosong dan yang kulakukan hanya mendengar suaranya. Yang sekarang hanya lamat-lamat kuingat. Aku ga begitu terkejut, aku sudah tau. Tapi hati bukan pikiran yang bisa disiapkan sedemikian rupa. Walaupun sekarang, hati dan otakku ga terasa lagi. Aku benar-benar ga bisa merasakan hatiku. Hanya kosong yang ada dalam tubuhku. Aku ingin pergi.
Mataku merah dan perih. Mungkin seperti itu hatiku jika bisa dilukiskan. Namun hatiku engga kerasa lagi saat ini. Entah dia masih hidup atau sudah mati. Aah, kata-kataku keterlaluan ya. Engga kok. Maaf.
Manusia.
Entah apa makna kata itu untukku. Aku juga manusia, tapi aku engga bisa sepenuhnya memahami peraturan yang diterapkan manusia. Peraturan yang dibuat untuk menyelaraskan kehidupan justru menyakitkanku. Justru membuatku merasa engga ada kehidupan untukku. Ah, lagi-lagi aku terlalu sinis.
Aku merasa berjalan tanpa tujuan. Aku meninggalkan milikku untuk berjalan menggapai asaku. Tapi saat ini aku hanya berjalan menuju fatamorgana. Semua salahku. Aku ga tau apa yang kuinginkan lagi. Oase yang kutuju ternyata ilusi dan aku terlalu larut untuk kembali pada suara yang memanggilku. Suara yang ingin menarikku pergi. Sekarang aku tersesat. Aku tak tau arah. Aku tak bisa melihat matahari. Mataku silau oleh keserakahanku. Itu salahku sendiri. Salahku. Egoism e akan menghancurkan pengikutnya sendiri. Menghancurkan perlahan-lahan tanpa disadari dan akhirnya kamu sudah hancur tanpa sempat berontak. Sekarang aku ga tau harus melangkah kemana. Apakah ini kutukan? Apakah ini karma? Karena aku ga bisa melihat apa yang sebenarnya kuhadapi?
Biarlah tubuh ini menerima apa yang harus diterimanya.
Aku sempat bilang, I lost my faith. Keyakinan pada banyak hal. Pada orang yang kucintai, pada sahabat dan diriku sendiri. Kepercayaan bahkan lebih, yaitu keyakinan, kuanggap ga bisa berlangsung selamanya. Karena aku juga tak bisa dipercaya.
Kalo aku nulis kata-kata umpatan, ga ada bedanya aku dengan Kurt Cobain yang selalu mengeluh dan memaki soal kehidupannya. Kami terlalu kekanak-kanakkan ya? Selalu berharap orang yang dicintai ada disampingnya. Kami pernah berharap demikian, tapi waktu membuat kami terpelanting kesakitan. Ya, kami harus bisa menerima.
Mataku pedih. Rasanya sakit.
Aku selalu jadi anak cengeng.
“Aku akan selalu ada buat kamu.” Kaya’e manis ya kalimat itu. Aku sih setuju aja. Beberapa tahun yang lalu. Sekarang kata-kata itu hanyalah kata-kata yang terdengar saat itu juga, dan akan hilang saat orang yang mengucapkannya berhenti bicara. Sering telingaku mendengarkan dan hatiku yang menyaksikan penerapannya. Dan akhirnya setan yang tertawa karena janji itu tak bertahan lama. Aku udah ngerti.
Bukannya aku engga suka ma kata-kata itu. Cuma aku belum ketemu orang yang bener-bener nepatin kata-kata yang diucapkannya.
Maaf.
Maaf aku ga bisa bicara apapun.

16 August 2007

Sakit dan Bollywood

14 Agustus 2007

Sakit perut ini udah mulai dari hari Minggu kemaren. Cukup
tersiksa juga nahan perihnya. Kayaknya maag-ku kumat lagi.
Mungkin karena telat makan aja sih, mungkin juga karena hal
laennya. Apa itu? Adaaaaaaa deh... Dan ternyata sakit itu masih
berlangsung juga sampai hari Seninnya. Apaan ya? Trus hari
Selasanya juga sakit lagi. Duh..payah deh, aku harus nahan sakit
ini. Dan ternyata hari Selasanya aku emang lagi sakit bulanan.
Hehehehe..tapi kesiksa juga lho..
Sakit perut dan pikiran buatku sangat erat hubungannya. Yah udah
kaya sobatan aja deh mereka. Kalo pikiran udah penuh tapi
ditahan yah akhirnya perut yang protes. Jadinya aku sakit perut
deh..
Yang aku tau ada 2 jenis manusia yang masing2 punya cara untuk
menghadapi perasaannya. Jenis pertama mereka sangat lihai
menutupi apa yang ada dalam hati mereka. Muka udah bisa disetel
sedemikian rupa biar tetep senyum manis. Semua gerak-gerik mulai
atas sampai bawah engga ada yang nunjukkin gelisahnya mereka.
They are totally artist. Dan orang dalam kelompok kedua adalah
mereka yang sangat menunjukkan apa yang ada dalam hati mereka.
Dan udah jelas banget aku masuk kelompok mana. Iyalah. Aku engga
pernah bisa nutupin apa yang kurasain. Kalo seneng aku akan
ketawa dan kalo sedih aku akan nangis. Kalo marah ya mukaku
jutek. Kalo ga suka aku akan judes banget. Istilah gaulnya : Gue
Banget Gitu Lho..!!
Dan itulah aku.
Dan aku engga mau berubah hanya untuk menyenangkan orang lain.
Aku ga mau pura2 seneng ma orang yang emang engga kusuka. Dan
aku tetep seneng ma orang meski orang lain bisik2 ke aku soal
kejelekannya. Bodo amat.
Ngomong2 nih, aku lagi seneng banget ma Bollywood. Bodo amat
kalo ada yang ngomong engga level-lah, ampun-lah, bla-bla-blalah.
Aku lagi seneng banget nonton Koffe with Karan. Semacam
talk show gitu. Tamu2nya yah pemain2 film dari negri Bombay itu.
Setelah beberapa episode, aku seneng banget waktu Lara Dutta
yang muncul. Gileee..ngomongnya cepet banget. Kayanya otomatis
banget ngomongnya. Gitu tuh kalo jadi Miss India. Eh miss India
pa miss World sih dia itu? Apa jadi dua2nya? Kaga ngerti deh.
Yang jelas jawabannya cepat n tepat. Lah malah kaya cerdas
cermat aja yah? Pokoknya keren deh menurutku. Tapi sih ya,
favoritku tetep donk, Kareena Kapoor. Yep. He-eh. Yoi. Kenapa
sih? Yah gimana ya. Dia cantik menurutku. Dan yang bikin aku
kagum, dia selalu dianggap sombong, egois, dan selalu bermasalah
ma lawan maennya. Malah kaya ngeliat aku aja. Selalu bermasalah
ma orang. Hehe. Tapi dianya cuek aja. Karena orang2 deketnya
yang tau gimana dia benernya. Dan itu yang kuhargai dari dia.
Apa lagi dia engga takut ngambil film yang engga komersial cuma
untuk jaga imejnya. Pokoknya aku suka deh ama dia. Kalo pinjem
istilahnya Paris Hilton : Kareena Kapoor is HOT!!
Trus ada lagi nih yang berbau2 Bollywood masihan. Yang tayang di
ANTV tu lho, Kayamath. Pertama kali liat tuh ga sengaja. Gara2
jam 1 ato 2 pagi lum bisa bobo, aku nyetel tv trus ada itu deh.
Pertamanya juga batin, cerita apaan nih, kok rada2 aneh. Tapi
lama2 jadi ikutan nonton deh. Hehehe..trus sempet kesel aja
waktu jamnya dipindah tayang. Soalnya pagi aku ga bisa liat. Na
kalo malem aku sering lupa. Jadi ya waktu membulatkan niat suci
tuk mengikuti lagi udah ketinggalan bis deh. Ceritanya udah
melaju jaooooh banget ampe Turki, hehhehehehehhe.. dan lucunya,
mbakku yang mulanya ngece2 aku gara2 liat india jadi ikut2an
rajin nongkrong disebelahku kalo aku lagi liat, hueheheheheh..
Cuma nih ya, yang paling kusebelin, dari yang waktu dini hari
durasinya bisa 1 jam sekarang dipotong setengahnya aja. Bayangin
deh, sinetron apaan cuma setengah jam doank itu aja masih
dipotong lagi ma iklan yang aduduhalahhalahmasyaampyun banyaknya
ngalahin semut di dapur.

11 August 2007

nirvana - smells like teen spirit

Hehehehehe....

07 August 2007

Sorry

3 Agustus 2007

Hari ini aku bimbang, bagaimana harus kuhadapi kenyataan bahwa apa yang selama ini aku perjuangkan dan aku bela ternyata tidak membalas seperti harapanku. Aku tau itu memang fakta tak terbantahkan tapi aku ga nyangka pertentangan itu terjadi oleh objek itu sendiri. Sesuatu yang kuyakini akan mendukungku, ternyata hanya ilusi, impian semata. Sekarang aku hanya terdiam dan melayang.
“Sekarang cinta bukanlah sahabat bagiku. Sekarang kita berdua telah jadi musuh. Kata sayang sepertinya juga telah hilang. Mereka pergi angkat kaki jauh dari sini. Netral-Sorry.”
Bait lagu itu menggambarkan keadaanku sekarang. Rasa dan kata sayang yang ada sekarang lenyap entah akan kembali kapan. Kata-kata mudah diucapkan namun seperti pengecut jika dihadapkan pada jalan buntu.
Apa sih berjuang itu? Usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu mimpikah? Aku rasa aku udah berusaha untuk berjuang, untukku dan orang yang kucintai, tapi hahahaha…aku tertawa sekarang, mungkin tertawa bersama orang2 yang menertawakanku atas ketololanku selama ini. Usaha yang kulakukan sekian lama, harus kembali terhempas oleh sederetan kata yang mampu membuatku merasa seperti kecoa terinjak. Keyakinan dan kesombonganku dari kesinisan yang diberikan orang lain harus kutelan mentah2. Hampir musnah semua rasa bangga yang ada dalam diriku. Perbedaan yang selama ini bisa kuhadapi dengan sabar bagai dijejalkan paksa ke dalam mulutku. Aku ga bisa bernafas lagi. Aku sekarat. Dan ga ada yang bisa menyelamatkanku kecuali satu hal. Keyakinan bahwa apa yang kulakukan engga salah dimataNYA. Aku hanya menuruti kata hati kecilku. Atas dasar cinta dan kasih. Aku ga berharap lebih. Hanya kebahagiaan untuk semua.
Jujur aja aku masih gamang dan kabur harus gimana. Tapi mo apa lagi. Orang lain ga akan peduli apa yang aku rasakan. Apa yang ingin kuprotes. Semua kembali pada teori yang mengatakan manusia adalah makhluk individual yang sangat egois. Aku egois dan begitu pula manusia di bumi ini. Aku engga menyalahkan siapapun. Semua punya hak, punya pikiran dan punya kepentingan posisi sendiri2. Aku hanya sedang berpikir, rencana apa yang ada dari semua kesedihan ini. Apa yang ditujukan ke aku.
Aku sakit, ya, aku sakit. Aku ingin diobati. Tapi aku harus menunggu obat itu ditemukan dan kembali menunggu obat itu bekerja dalam tubuhku, dalam hidupku.

Lets the music heal your soul

Winda Neville Cobain

1 Agustus 2007

Hai..dah lama ga nulis blog. Abis liat blog temen jadi gatel mo nulis juga. Aku mo crita langsung deh. Beberapa waktu yang lalu, pagi2 aku udah ngerasa kesel dan sedih. Yang pasti sih rasa kecewa yang aku rasain. Yah, ada sebab2 yang kayanya engga etis kalo kupaparkan disini. Yang jelas aku ngerasa sangat ga ngerti dengan peristiwa pagi itu. Sempet mikir2 maksudnya apaan nih, tapi setelah kupikir..ah..mungkin emang udah jalannya kaya gini. Emang ga mudah untuk nerima dan paham apa yang terjadi, tapi aku males bikin masalah yang ada tambah panjang. Akhirnya aku putuskan untuk,…udahlah..ga usah terlalu dipikirkan. Walo udah beberapa waktu berlalu, kekecewaan yang ada belum pergi. Aku masih mempunyai rasa penasaran dan kesedihan yang tertinggal dalam diriku. Meski sisi lainku bilang, udah ga perlu kurisaukan lagi. Mungkin kami belum bisa baikan lagi. Mungkin dia belum bisa nerima aku, belum bisa nganggep aku seperti yang lain. Entah sampai kapan keadaan akan begini terus untukku dan dia. Aku pengen bisa baik2 dengan semua. Tapi yah itu, kembali ke pernyataan klasik, bahwa engga semua yang kita inginkan akan terwujud sesuai impian kita.
Trus, setelah paginya aku nerima suatu kenyataan yang cukup membuatku shoked!!, siang hari diteruskan dengan ngurusin KP-ku. Ntar kuceritain soal KPnya deh. Siang itu panas dan kita (aku dan mbak Roshe, calon artis masa depan-red.) kudu puter2. Capek dan panas setia menemani kita. Pokoknya capeeek dan alhasil setelah semua tugas kelar, aku pulang dan langsung pules merem di kasur. Sore2 bangun, mandi dll trus malemnya ke rumah Roshe lagi tuk ngopi program. Sip... Abis itu puter2 Jogja ma mbak-ku buat ngusir suntuk sekalian nemenin mbakku cari ATM. Dasar bocah2 gendheng, cari ATM BCA yang notabene ada ditiap sudut kota aja, ama kita dibuat puter2 sampai jalan Magelang, jalan Solo, jalan Godean bahkan sampai jalan Bantul juga, gyahahaha…dodoll!!! Trus nih, yang bikin aku ga bakal ngelupain hari itu, karena selesai nyolong duit di ATM di jalan Godean, kita pulang lewat MacDonald deket Stece. Na..disitu rameee orang ngumpul liat band2an. Pas di pertigaan, aku melototin siapa tuh yang manggung. Yang kutangkep,…ga tau tuh!! Heheh..trus kulirik spanduk dipinggir jalan, and ada tulisan…jeng-jeng-jeng….ClubEighties. Wuooooo……..aku kumat deh..maksa2 mbakku buat nonton. Akhirnya kita balik kesana dan cepet2 parkir, ga lupa kunci helm biar ga dicolong orang. Hehehehehe………ternyata Produk Gagal lagi manggung………wuooooooooooo………langsung kugeret mbakku ke depan. Seneng banget aku tau mereka yang manggung. Ga lupa ikut goyang2 sambil nyanyi Misteri Dibalik Punggung. Puas deh liat Gepeng cs gila2an di I panggung. And abis itu, clubeighteis muncul…wadoh…heboh deh. yup,mereka ini nih yang bikin aku lupa ma kesedihanku, cie………soalnya Lembu cool banget, jadi simpatik ma dia deh. Jadi ikut2an penonton yang teriak2,”Lembuuu..i love you Lembuuu..”. Yep, aku jadi suka ma dia. Suka aja gayanya yang becandaan soal putusnya dia ma cewe’e, pokoknya gokil abis deh. Yup bener banget, liat Produk Gagal n Clubeighties kemaren bikin aku ketawa2 lagi dan engga mau larut dalam kesedihanku. Pokoknya makasih banget buat mereka. And aku dapet stiker Produk Gagal juga lho, pas dilemparin dari panggung ada yang jatuh satu dideketku, untung liat..hehehe… Dan senengnya, aku bisa liat mereka dengan jelas. YIHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa…
Hari ini aku jadi inget lagu Lets the music heal your soul yang dinyanyiin Bravo All Stars sekitar taun 98-99 gitu kalo ga salah. Dah lama banget ya, jaman2 Aaron Carter baru muncul. Dan aku menyadari kata2 itu bener ya, aku ngerasa terobati dengan menikmati musik2 yang kusuka itu. Aku bener2 bisa ketawa. Malam itu aku bilang pada diriku sendiri, ini adalah penghiburan yang sangat menyenangkan, sangat sesuai. Aku bener2 puas. Yang kutangkap malam itu adalah, selama kamu berbuat dan berniat baik pada apapun itu, walopun hal itu ternyata membuatmu sakit, namun kamu bisa pasrah menerima dan menghadapinya, balasan kebahagiaan yang kamu terima akan setimpal dengan kesedihanmu. Idih..sok ya.