Sorry
3 Agustus 2007
Hari ini aku bimbang, bagaimana harus kuhadapi kenyataan bahwa apa yang selama ini aku perjuangkan dan aku bela ternyata tidak membalas seperti harapanku. Aku tau itu memang fakta tak terbantahkan tapi aku ga nyangka pertentangan itu terjadi oleh objek itu sendiri. Sesuatu yang kuyakini akan mendukungku, ternyata hanya ilusi, impian semata. Sekarang aku hanya terdiam dan melayang.
“Sekarang cinta bukanlah sahabat bagiku. Sekarang kita berdua telah jadi musuh. Kata sayang sepertinya juga telah hilang. Mereka pergi angkat kaki jauh dari sini. Netral-Sorry.”
Bait lagu itu menggambarkan keadaanku sekarang. Rasa dan kata sayang yang ada sekarang lenyap entah akan kembali kapan. Kata-kata mudah diucapkan namun seperti pengecut jika dihadapkan pada jalan buntu.
Apa sih berjuang itu? Usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu mimpikah? Aku rasa aku udah berusaha untuk berjuang, untukku dan orang yang kucintai, tapi hahahaha…aku tertawa sekarang, mungkin tertawa bersama orang2 yang menertawakanku atas ketololanku selama ini. Usaha yang kulakukan sekian lama, harus kembali terhempas oleh sederetan kata yang mampu membuatku merasa seperti kecoa terinjak. Keyakinan dan kesombonganku dari kesinisan yang diberikan orang lain harus kutelan mentah2. Hampir musnah semua rasa bangga yang ada dalam diriku. Perbedaan yang selama ini bisa kuhadapi dengan sabar bagai dijejalkan paksa ke dalam mulutku. Aku ga bisa bernafas lagi. Aku sekarat. Dan ga ada yang bisa menyelamatkanku kecuali satu hal. Keyakinan bahwa apa yang kulakukan engga salah dimataNYA. Aku hanya menuruti kata hati kecilku. Atas dasar cinta dan kasih. Aku ga berharap lebih. Hanya kebahagiaan untuk semua.
Jujur aja aku masih gamang dan kabur harus gimana. Tapi mo apa lagi. Orang lain ga akan peduli apa yang aku rasakan. Apa yang ingin kuprotes. Semua kembali pada teori yang mengatakan manusia adalah makhluk individual yang sangat egois. Aku egois dan begitu pula manusia di bumi ini. Aku engga menyalahkan siapapun. Semua punya hak, punya pikiran dan punya kepentingan posisi sendiri2. Aku hanya sedang berpikir, rencana apa yang ada dari semua kesedihan ini. Apa yang ditujukan ke aku.
Aku sakit, ya, aku sakit. Aku ingin diobati. Tapi aku harus menunggu obat itu ditemukan dan kembali menunggu obat itu bekerja dalam tubuhku, dalam hidupku.


0 Comments:
Post a Comment
<< Home