2007
Saat aku menulis ini memang belum tanggal 31 Desember, belum malam tahun baru. Tapi aku merasa segala sesuatu dalam hidupku sudah berubah dan tertinggal jauh di belakang. Terkadang aku merasa ga sanggup untuk menoleh lagi. Aku hanya bisa terus berjalan ke depan entah apa yang ada di tikungan selanjutnya.
12 bulan yang kulalui dalam tahun 2007 ini penuh kejutan dan tekanan. Jujur aja kadang aku sampai lupa seperti apa sakit yang udah aku rasakan. Tapi aku males mengingatnya meski ga munafik, sekali dua kali sembilu itu masih muncul entah saat aku sadar maupun terlintas dalam mimpiku. Aku hanya berpegang pada pikiran, aku ga sudi mengemis kasihan pada orang2 yang udah mengecewakanku. Aku ga mau mereka berpikir, “oh, mesti winda udah ga bisa ngapa2in lagi tanpa aku.” Aku memang sekarang sendiri tapi aku juga ga akan mendekati mereka. Aku capek mengulurkan tangan tuk mengajak berjalan bersama, sekarang aku bener2 ga peduli dan aku tetap jalan pada alurku sendiri.
Ada kalimat yang terpaku dalam hatiku sekarang, ada temen yang bilang kemaren, “lho, mungkin aja sekarang kita duduk sebelahan ketawa2, besok kita jadi musuh”. Aku larut dalam sahut-sahutan pro dan kontra temen2 yang menanggapinya. Teman2 yang lain termasuk aku menolak pemikiran seperti itu. Saat itu kami sedang hanyut dalam suasana yang penuh kedamaian. Dan aku lupa bahwa ternyata aku pun mengalaminya. Sesuatu yang tidak kuinginkan ternyata sudah kurasakan sendiri. Heh..jadi tersenyum sendiri sekarang, betapa bodohnya aku melupakannya. Aku memetik sedikit makna dari pembicaraan kami saat itu. Ga ada yang kekal di dunia ini. Apalagi jika berhubungan dengan manusia dan manusia. Manusia sendiri tidak kekal, jadi apa yang bisa dijanjikan untuk keabadian bagi manusia lain. Aku tersadar bahwa manusia adalah makluk yang pada dasarnya adalah penuh pemikiran dan penghakiman. Segala sesuatu diukur dengan “itu baik vs itu buruk”.
Jika sekarang aku adalah aku yang lebih tertutup yah itu karena aku sedang tidak mau membuka diri tuk orang2 sembarangan. Sudah cukup. Cukup banyak orang yang datang dan pergi tuk tahun ini. Aku ingin melupakan hitamnya kenanganku kemarin. Akan kuhiasi bintang agar tetap indah seperti langit di malam hari meskipun ia kelam.
Akan kusapa mereka dengan senyum walau mereka membuang muka.
Akan kusapa mereka dengan tawa jika mereka tersenyum.
Desember 2007


2 Comments:
hm.. capa ya itu? ga tau ah abis dah jarang nongol nih anak.. hehehe...
jarang curhat2 lagi ya... kangeen deh ma winda.. gmn kabar sekarang? klo aku mah lg rada ngedrop nih Win... kapan2 maen yah... aku kayaknya ga lama lagi mo keluar dr warnet... ok c u next time kapan2 ku maen deh ya... moga2 kmu pas ada di rumah. lom pindah lg kan? lala^_^
kapan sih nge-blog lg??
aku tunggu2 nih hehehe..
lala^_^
Post a Comment
<< Home